• Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Life Style
  • Entertaiment
Minggu, Agustus 31, 2025
  • Login
Sumbar Berkabar
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Life Style
  • Entertaiment
No Result
View All Result
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Life Style
  • Entertaiment
No Result
View All Result
Sumbar Berkabar
No Result
View All Result
Home News

Reses Nanda Satria di Tanjung Pulai, Warga Minta Perbaikan Jalan

Rabu, 30/7/25 | 22:40 WIB
Reses Nanda Satria di Tanjung Pulai, Warga Minta Perbaikan Jalan
Share on FacebookShare on Twitter

sumbarberkabar.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria menyerap aspirasi masyarakat saat menggelar reses perseorangan di Tanjung Pulai, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (30/7/2025).

Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan penting. Mereka menyoroti kondisi jalan rusak, kurangnya lampu penerangan, serta masalah pendidikan. Nanda menyatakan bahwa kegiatan reses menjadi sarana penting untuk menampung suara masyarakat secara langsung.

“Reses ini bertujuan menjemput aspirasi masyarakat. Kami menjadi jembatan antara warga dan pemerintah provinsi maupun kota,” ujar Nanda.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan mengusulkan perbaikan jalan di Tanjung Pulai kepada instansi terkait agar masyarakat lebih nyaman dalam beraktivitas.

“Untuk jalan di Tanjung Pulai, insyaAllah akan kami usulkan agar lebih baik dan nyaman,” tambahnya.

Selain itu, Nanda juga membahas rencana pembangunan Masjid Nurul Sholihin yang telah ia tinjau saat Safari Ramadan.

“Masjid Nurul Sholihin sudah masuk dalam rencana pembangunan. Kami akan kawal agar segera terealisasi,” jelasnya.

Koordinasi lintas pemerintah, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menyukseskan berbagai program pembangunan di daerah.

“Jika koordinasi berjalan baik, maka hasilnya juga akan baik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, warga bernama Mak Uwo menyampaikan keprihatinan terkait anak putus kuliah di Kelurahan Batu Gadang serta sistem zonasi SMP yang tidak sesuai dengan jarak domisili.

“Zonasi membuat anak-anak kami tidak diterima di sekolah terdekat. Bahkan ada yang putus sekolah,” keluhnya.

Sementara itu, Erman, warga RW 06, menyampaikan pentingnya akses jalan penghubung ke Kampus UIN Imam Bonjol untuk menunjang aktivitas petani dan pelajar.

Menanggapi hal tersebut, Nanda menyatakan akan berkoordinasi dengan Baznas terkait biaya pendidikan dan menyampaikan masalah zonasi ke Wali Kota Padang serta Kementerian Pendidikan.

“Masalah zonasi sedang diupayakan Pak Wali Kota. Mohon dukungan dan doa dari kita semua,” katanya. (*)

Leave Comment
  • Pendidikan
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Life Style
  • Entertaiment

Copyright sumbarberkabar.com @2023

No Result
View All Result
  • Home

Copyright sumbarberkabar.com @2023

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In