BATANGANAI– Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Endarmy, mendesak pemerintah segera membangun kembali jembatan rajang di Jorong Sulusiakan,
Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai. Desakan ini muncul saat Endarmy meninjau langsung lokasi terdampak bersama Lembaga Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA) dalam rangkaian reses perorangan, Rabu (4/2).
Banjir bandang (galodo) besar pada November 2025 memutus total jembatan gantung tersebut. Kejadian ini menghentikan akses utama masyarakat dan mengganggu aktivitas harian warga hingga saat ini.
Endarmy menyebut jembatan rajang ini memiliki fungsi vital bagi mobilitas warga, khususnya akses pendidikan. Putusnya jembatan memaksa para pelajar menempuh jalur memutar yang jauh. Kondisi ini meningkatkan biaya transportasi siswa hingga Rp30 ribu per perjalanan hanya untuk membayar jasa ojek.
“Jembatan rajang ini memegang peran penting bagi mobilitas warga. Tanpa jembatan, anak-anak sekolah harus memutar jauh dan mengeluarkan biaya ojek yang besar,” tutur Endarmy.
Ia memaparkan bahwa bencana tersebut juga menghancurkan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Banjir bandang menghanyutkan sebagian besar lahan sawah dan perkebunan warga yang menjadi sumber penghidupan utama mereka.
Endarmy mencatat sekitar 2.000 kepala keluarga kini menanggung status terisolasi akibat kehilangan akses penghubung tersebut. Ia memandang pembangunan kembali jembatan sebagai solusi mutlak yang tidak bisa tertunda lagi.
“ Pembangunan jembatan rajang ini mendesak agar akses masyarakat kembali terbuka,” tegasnya.
Saat ini, Endarmy tengah menjalin koordinasi intensif dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia berjanji mengawal pembangunan jembatan ini melalui rapat-rapat resmi bersama pemerintah daerah.
Selama masa tunggu pembangunan, warga tetap nekat menyeberang menggunakan rakit atau jembatan darurat. Unsur TNI AL sebelumnya membantu warga membangun sarana penyeberangan sementara tersebut secara swadaya untuk menjaga denyut ekonomi dan pendidikan di Sulusiakan.
