Sydney,SB–Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus mengakhiri langkahnya lebih awal di ajang Australia Open 2026. Ginting tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari wakil China, Dong Tian Yao.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Australia, Rabu (10/6/2026), Ginting menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 15-21.
Pada gim pertama, Ginting sempat unggul dan mampu mengendalikan permainan. Namun, Dong Tian Yao berhasil mengubah strategi dan membalikkan keadaan hingga merebut gim pembuka dengan skor 21-15.
Memasuki gim kedua, pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Ginting beberapa kali mampu menyamakan kedudukan, tetapi tekanan yang terus diberikan lawannya membuat tunggal putra Indonesia itu kembali kalah dengan skor 15-21.
Usai pertandingan, Ginting mengakui bahwa lawannya tampil lebih baik secara keseluruhan.
“Memang hari ini lawan bisa bermain lebih baik dibanding saya. Dari pertama sempat unggul juga, tapi dia coba mengubah strategi dan pola permainan. Dia lebih menekan dan saya tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar Ginting.
Selain kesulitan menghadapi permainan lawan, Ginting juga mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama pada poin-poin krusial.
“Selain itu, saya banyak melakukan kesalahan sendiri, apalagi pada poin-poin yang menentukan. Saat unggul, saat poin sama, dan di poin-poin kritis, saya kurang bisa memegang permainan dengan baik,” katanya.
Ginting sebenarnya sempat menemukan momentum saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 15-15 pada gim kedua. Namun, ia menilai ritme permainannya terganggu setelah pertandingan sempat terhenti cukup lama akibat protes dari lawan.
“Ada momentum saya bisa mengejar poin menjadi 15-15 di gim kedua, tapi permainan terhenti cukup lama karena dia protes. Jadi saat mulai lagi, ritmenya tidak sama lagi,” tutur Ginting.
Kekalahan ini membuat Ginting harus mengakhiri perjuangannya di Australia Open 2026 pada babak 32 besar.
